Langsung ke konten utama

Postingan

Sejarah Rohingya | Sinergi Foundation

Puluhan tahun sudah penduduk muslim Rohingya hidup terlunta-lunta dalam bayang-bayang ketakutan. Mereka tinggal di wilayah Arakan, bagian dari Rakhine- di Myanmar Barat yang berbatasan langsung dengan Bangladesh.  Rohingya berasal dari kata Rohai atau Roshangee yang berarti penduduk muslim Rohang atau Roshang, sebutan untuk daerah tersebut sebelum dinamai Arakan. Sejak 1942 mereka mengalami upaya pengusiran dari wilayah Arakan.  Saat itu terjadi pembantaian muslim Rohingya oleh pasukan pro Inggris. Sedikitnya 100 ribu muslim Rohingya tewas dan ribuan desa hancur dalam tragedi tersebut. Sejak itu muslim Rohingya hidup dalam ketakutan.  Komunitas muslim mendiami wilayah Arakan (kini Rakhine) pada abad XIV. Tepatnya di Kerajaan Mrauk U yang dipimpin oleh raja Buddhis bernama Narameikhla atau Min Saw Mun. Sebelumnya, selama 24 tahun, Narameikhla diasingkan di kesultanan Bengal. Atas bantuan Sultan Bengal yang bernama Nasirudin, dia mendapatkan takhta di Arakan.  Kesulta...

Kronologi Pembantaian Etnis Muslim Rohingya | Sinergi Foundation

KIBLAT.NET, Rakhine- Kurang dari sepakan lamanya, masyarakat Rohingya kembali dilanda ketakutan. Pasca serangan balasan yang dilakukan oleh gerilyawan dari Harokah al-Yaqin (HaY) atau Arakan Rohingya Salavition Army (ARSA) pada Jumat, 25 Agustus 2017, pemerintah Myanmar kembali melakukan penyisiran terhadap perkampungan Muslim di Rakhine. Dengan dalih mencari pelaku penyerangan, pemerintah Myanmar justru memperburuk kondisi. Di mana pasukan Myanmari dilaporkan telah menghabisi kurang lebih 100 nyawa penduduk Rohingya. Serangan gerilyawan ini, bermula pada pukul 1 dini hari, 25 Agustus 2017. Kelompok yang dikenal sebagai Harakah al-Yaqin ini, menyerang sebuah kantor polisi di wilayah Maungdaw di negara bagian Rakhine utara dengan bom rakitan. Tak lama kemudian, beberapa serangan susulan secara terpisah dilakukan di beberapa wilayah lainnya. Termasuk sebuah serangan terhadap pos polisi di Taung Bazaar pada pukul 3 dinihari. Hingga akhirnya, terhitung serangan terjadi di 24 pos p...

Kecaman Dunia terhadap Pembantaian Rohingya, Aung San Suu Kyi seakan Tuli | Sinergi Foundation

Dunia ramai-ramai mengecam pembantaian terhadap etnis Muslim Rohingya dan meminta Myanmar segera menghentikannya. Tapi telinga Aung San Suu Kyi seakan tuli, pemerintahnya masih membuat Rohingya tersiksa. Seruan dunia disampaikan menyusul kekerasan terhadap Rohingya dalam sepekan terakhir, membuat sekitar 18 ribu etnis yang tidak diakui kewarganegaraannya oleh Myanmar itu mengungsi ke Bangladesh. Myanmar mengatakan, mereka melakukan operasi militer setelah terjadi serangan kelompok pemberontak ARSA (Tentara Pembebasan Arakan Rohingya) pada Kamis pekan lalu ke pos-pos tentara di Rakhine. Di antara yang mengecam tindakan Myanmar adalah Amerika Serikat. Pemerintah Washington telah mewanti-wanti Myanmar untuk tidak melakukan serangan balasan ke permukiman Rohingya seperti yang sudah-sudah. Yang terjadi justru sebaliknya, desa-desa Rohingya dibakar dan mereka ditembaki oleh tentara. Pemerintah Aung San Suu Kyi mengatakan 109 orang terbunuh dalam operasi militer, kebanyakan mili...

Trauma Rohingya | Sinergi Faundation

"Sangat menakutkan ... rumah-rumah dibakar, orang-orang berlarian meninggalkan rumah mereka, anak dan orang tua terpisah, beberapa di antaranya hilang, yang lainnya tewas," kata Abdullah kepada kantor berita Reuters, hari Rabu (30/08). Abdullah berasal dari Desa Mee Chaung Zay, di kawasan Buthidaung, di negara bagian Rakhine. Ia mengatakan empat dari enam kampung di desanya 'dibakar oleh aparat keamanan, yang membuat warga menyelamatkan diri ke negara tetangga, Bangladesh'. Bersama ribuan warga desa, Abdullah mengungsi ke kaki Pegunungan Mayu. Ia mengungsi bersama istri dan anak perempuannya yang baru berusia lima tahun. Ia membawa beras ketan, beberapa lembar plastik bekas dan botol-botol air yang kosong. Inilah bekal berjalan kaki selama beberapa hari melewati pegunungan untuk menuju perbatasan Bangladesh. Jarak yang ia tempuh bersama warga Rohingya lain sekitar 20 kilometer. "Saya masih menunggu kerabat lain. Begitu kami semua berkumpul, kami akan ...

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menggambarkan apa yang terjadi terhadap warga minoritas Muslim Rohingya di Myanmar sebagai mimpi buruk kemanusiaan. | Sinergi Foundation

Dalam pidato di Dewan Keamanan di New York, hari Kamis (28/09), Guterres mendesak agar pemerintah Myanmar mengakhiri operasi militer dan membuka akses kemanusiaan di Rakhine, negara bagian yang banyak didiami oleh warga Rohingya. "Situasi di lapangan berubah dengan sangat cepat menjadi darurat pengungsi, (menjadi) mimpi buruk kemanusiaan," kata Guterres. Ia mengatakan pihaknya menerima kesaksian warga Rohingya 'yang menjadi korban kekerasan luar biasa, termasuk ditembaki dengan membabi buta, menjadi korban ranjau darat, dan serangan seksual'. "Ini jelas tidak bisa diterima dan harus diakhiri dengan segera," kata Guterres. Lebih dari 500.000 warga Rohingya menyelamatkan diri ke negara tetangga Bangladesh untuk menghindari gelombang kekerasan di Rakhine. Kekerasan dipicu oleh serangan milisi Rohingya yang dibalas dengan operasi militer, yang dikatakan PBB sebagai pembersihan etnis. Guterres mendesak pemerintah Myanmar mengakhiri operasi militer ...

Penanganan Kelahiran Prematur | Sinergi Foundation

Penanganan pada kelahiran prematur dibagi dua, yaitu penanganan sebelum bayi lahir dan penanganan setelah bayi lahir. Jika pasien mengalami kontraksi terjadi lebih awal saat hendak melahirkan, dokter akan memberikan obat (biasanya jenis tokolitik) untuk menghentikan kontraksi dan meredakan rasa sakit yang dirasakan. Dokter juga akan memberikan suntikan steroid untuk mengurangi risiko komplikasi pada bayi yang lahir prematur. Jika upaya penanganan dini ini sudah dilakukan tapi kelahiran prematur tak terhindarkan, dokter akan memberikan penanganan khusus terhadap bayi prematur yang baru lahir di ruangan  neonatal intensive care unit  rumah sakit (NICU) selama jangka waktu tertentu. Penanganan khusus itu meliputi: Memasukan bayi ke dalam inkubator agar tetap hangat. Inkubator juga membantu sang bayi supaya suhu tubuhnya tetap normal. Pemasangan sensor di tubuh sang bayi untuk memonitor sistem pernapasan, detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh sang bayi. Pemberian ...

Pencegahan Kelahiran Prematur | Sinergi Foundation

Diagnosis kelahiran prematur Dalam mendiagnosis kelahiran prematur, umumnya dokter akan menanyakan seputar gejala yang dialami pasien dan menanyakan apakah pasien memiliki keluarga dengan riwayat kehamilan prematur, serta obat-obatan yang dikonsumsi selama kehamilan. Selain itu, dokter mungkin juga akan memonitor kondisi rahim pasien untuk mengetahui detak jantung bayi dan kontraksi pasien. Jika pasien berpotensi melahirkan secara prematur, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani sejumlah pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan itu terdiri dari: USG transvaginal, untuk mendeteksi perubahan pada leher rahim (serviks) Pemeriksaan kondisi rahim, untuk memonitor kontraksi pada rahim Pemeriksaan untuk menentukan ada tidaknya infeksi di vagina Pemeriksaan  fetal fibronectin , untuk mengetahui reaksi kimiawi di bagian dasar rahim. Pencegahan kelahiran prematur Sebelum berbicara lebih jauh mengenai penanganan kelahiran prematur, ketahui dahulu cara pencegahannya. Selama ini...