Langsung ke konten utama

Postingan

Trauma Rohingya | Sinergi Faundation

"Sangat menakutkan ... rumah-rumah dibakar, orang-orang berlarian meninggalkan rumah mereka, anak dan orang tua terpisah, beberapa di antaranya hilang, yang lainnya tewas," kata Abdullah kepada kantor berita Reuters, hari Rabu (30/08). Abdullah berasal dari Desa Mee Chaung Zay, di kawasan Buthidaung, di negara bagian Rakhine. Ia mengatakan empat dari enam kampung di desanya 'dibakar oleh aparat keamanan, yang membuat warga menyelamatkan diri ke negara tetangga, Bangladesh'. Bersama ribuan warga desa, Abdullah mengungsi ke kaki Pegunungan Mayu. Ia mengungsi bersama istri dan anak perempuannya yang baru berusia lima tahun. Ia membawa beras ketan, beberapa lembar plastik bekas dan botol-botol air yang kosong. Inilah bekal berjalan kaki selama beberapa hari melewati pegunungan untuk menuju perbatasan Bangladesh. Jarak yang ia tempuh bersama warga Rohingya lain sekitar 20 kilometer. "Saya masih menunggu kerabat lain. Begitu kami semua berkumpul, kami akan ...

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menggambarkan apa yang terjadi terhadap warga minoritas Muslim Rohingya di Myanmar sebagai mimpi buruk kemanusiaan. | Sinergi Foundation

Dalam pidato di Dewan Keamanan di New York, hari Kamis (28/09), Guterres mendesak agar pemerintah Myanmar mengakhiri operasi militer dan membuka akses kemanusiaan di Rakhine, negara bagian yang banyak didiami oleh warga Rohingya. "Situasi di lapangan berubah dengan sangat cepat menjadi darurat pengungsi, (menjadi) mimpi buruk kemanusiaan," kata Guterres. Ia mengatakan pihaknya menerima kesaksian warga Rohingya 'yang menjadi korban kekerasan luar biasa, termasuk ditembaki dengan membabi buta, menjadi korban ranjau darat, dan serangan seksual'. "Ini jelas tidak bisa diterima dan harus diakhiri dengan segera," kata Guterres. Lebih dari 500.000 warga Rohingya menyelamatkan diri ke negara tetangga Bangladesh untuk menghindari gelombang kekerasan di Rakhine. Kekerasan dipicu oleh serangan milisi Rohingya yang dibalas dengan operasi militer, yang dikatakan PBB sebagai pembersihan etnis. Guterres mendesak pemerintah Myanmar mengakhiri operasi militer ...

Penanganan Kelahiran Prematur | Sinergi Foundation

Penanganan pada kelahiran prematur dibagi dua, yaitu penanganan sebelum bayi lahir dan penanganan setelah bayi lahir. Jika pasien mengalami kontraksi terjadi lebih awal saat hendak melahirkan, dokter akan memberikan obat (biasanya jenis tokolitik) untuk menghentikan kontraksi dan meredakan rasa sakit yang dirasakan. Dokter juga akan memberikan suntikan steroid untuk mengurangi risiko komplikasi pada bayi yang lahir prematur. Jika upaya penanganan dini ini sudah dilakukan tapi kelahiran prematur tak terhindarkan, dokter akan memberikan penanganan khusus terhadap bayi prematur yang baru lahir di ruangan  neonatal intensive care unit  rumah sakit (NICU) selama jangka waktu tertentu. Penanganan khusus itu meliputi: Memasukan bayi ke dalam inkubator agar tetap hangat. Inkubator juga membantu sang bayi supaya suhu tubuhnya tetap normal. Pemasangan sensor di tubuh sang bayi untuk memonitor sistem pernapasan, detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh sang bayi. Pemberian ...

Pencegahan Kelahiran Prematur | Sinergi Foundation

Diagnosis kelahiran prematur Dalam mendiagnosis kelahiran prematur, umumnya dokter akan menanyakan seputar gejala yang dialami pasien dan menanyakan apakah pasien memiliki keluarga dengan riwayat kehamilan prematur, serta obat-obatan yang dikonsumsi selama kehamilan. Selain itu, dokter mungkin juga akan memonitor kondisi rahim pasien untuk mengetahui detak jantung bayi dan kontraksi pasien. Jika pasien berpotensi melahirkan secara prematur, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani sejumlah pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan itu terdiri dari: USG transvaginal, untuk mendeteksi perubahan pada leher rahim (serviks) Pemeriksaan kondisi rahim, untuk memonitor kontraksi pada rahim Pemeriksaan untuk menentukan ada tidaknya infeksi di vagina Pemeriksaan  fetal fibronectin , untuk mengetahui reaksi kimiawi di bagian dasar rahim. Pencegahan kelahiran prematur Sebelum berbicara lebih jauh mengenai penanganan kelahiran prematur, ketahui dahulu cara pencegahannya. Selama ini...

Penyebab dan Gejala Kelahiran Prematur | Sinergi Foundation

Penyebab dan faktor risiko kelahiran prematur Kelahiran prematur disebabkan oleh banyak faktor. Pada kebanyakan kasus, kelahiran prematur terjadi secara spontan tanpa diketahui penyebabnya secara jelas. Namun ada pua beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan kelahiran prematur antara lain pecah ketuban dini, perdarahan pada kehamilan, hipertensi pada saat hamil, serta serviks yang lemah atau tidak kompeten. Potensi kelahiran prematur pada ibu hamil bisa meningkat karena sejumlah faktor. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kelahiran prematur: Sering merokok baik sebelum maupun saat hamil Kekurangan atau kelebihan berat badan sebelum hamil Persiapan kehamilan yang kurang baik atau kurang nutrisi Gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes Mengonsumsi alkohol atau menggunakan narkoba selama masa kehamilan Mengandung bayi kembar dua, tiga, atau kelipatannya Jeda kehamilan yang sangat singkat dari kehamilan sebelumnya Pernah melahirkan pr...

Bayi Prematur | Sinergi Foundation

Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi pada tiga minggu atau lebih sebelum waktu kelahiran normal. Pada kondisi normal, kelahiran akan terjadi setelah kandungan berusia 40 minggu. Dengan kata lain, sebuah kelahiran disebut prematur jika kelahiran itu terjadi pada minggu ke-37 kehamilan atau lebih awal. Minggu-minggu terakhir kehamilan merupakan saat paling penting untuk proses pertumbuhan janin, khususnya otak dan paru-paru. Maka dari itu, bayi yang lahir prematur cenderung mengalami gangguan medis lebih serius dan harus dirawat di rumah sakit lebih lama dari bayi yang lahir normal. Berikut adalah beberapa fakta tentang bayi yang lahir prematur: Bayi yang lahir saat usia kehamilan belum mencapai 25 minggu memiliki risiko penyakit jangka panjang, seperti   learning disabilities   (kesulitan belajar), gangguan neurologis, dan yang terburuk adalah mengalami cacat fisik. Janin yang lahir sebelum usia kehamilan memasuki minggu ke-23 tidak akan bisa bertahan hidu...

Resiko Operasi Sesar | Sinergi Foundation

Operasi Caesar menjadi cara teraman bila memang ada indikasi mutlak (yang mengharuskan ibu hamil melahirkan dengan operasi Caesar) seperti riwayat  hipertensi ,  bayi sungsang , panggul yang terlalu sempit, atau masalah medis lainnya yang dapat membahayakan nyawa ibu dan bayi yang dilahirkannya. Sebagai contoh,  Saat seorang ibu yang sedang hamil memiliki riwayat hipertensi , dikhawatirkan saat melakukan persalinan normal akan mangalami kenaikan tensi darah saat mengejan, dan itu sangat berbahaya bagi ibu dan bayi yang dilahirkan. Maka dari itu, kondisi seperti ini memang perlu dilakukannya persalinan dengan metode Caesar untuk menghindari risiko yang lebih besar. Namun demikian, tetap saja persalinan dengan Operasi Caesar berisiko. Berikut beberapa risiko yang mungkin terjadi bila ibu menjalani persalinan dengan operasi Caesar: Melahirkan secara Caesar dapat berisiko bayi lahir spontan, terutama pada ibu hamil yang sudah pernah melakukan operasi ...